Banyak guru menyusun RPP hanya untuk memenuhi kewajiban administratif, lalu tidak pernah membukanya lagi saat mengajar. Padahal RPP yang disusun dengan baik seharusnya jadi alat bantu nyata di kelas.
Mulai dari tujuan, bukan dari kegiatan
Tentukan dulu apa yang harus bisa dilakukan siswa di akhir pembelajaran, baru rancang kegiatan yang benar-benar mengarah ke sana — bukan sebaliknya.
Buat singkat dan mudah dibaca sekilas
RPP yang terlalu panjang justru jarang dibuka lagi saat mengajar. Format ringkas dengan poin-poin kunci jauh lebih praktis dipakai di tengah kesibukan kelas.
Sertakan rencana cadangan
Materi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Siapkan alternatif kegiatan singkat untuk kondisi kelas yang lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan.
Sesuaikan dengan kondisi kelas, bukan kelas ideal
RPP yang disalin mentah dari contoh sering tidak cocok dengan kondisi siswa sesungguhnya. Sesuaikan tingkat kesulitan dan durasi dengan karakteristik kelas yang benar-benar dihadapi.